EARLY CHILDHOOD EDUCATION AND DEVELOPMENT (ECED)

PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN

 

ANAK USIA DINI (PPAUD)

                               

                               

                                                                                                                                                                                                           

 Latar Belakang

Berbagai studi di bidang tumbuh-kembang anak merekomendasikan bahwa anak usia dini merupakan peletak dasar (fondasi awal) bagi pertumbuhan dan perkem bangan anak selanjutnya. Walaupun setiap bayi yang lahir telah diberikan Tuhan dengan potensi genetik yang  demikiaan sempurna, tetapi lingkungan juga mem punyai peran besar dalam pembentukan sikap, kepribadian dan pengembangan kemampuan anak. Milyaran neuron (sel saraf) dalam otak anak ketika dilahirkan, akan musnah lewat proses alamiah apabila neuron-neuron ini tidak mendapatkan stimulasi/rangsangan. Rangsangan tersebut bukan saja terhadap aspek pendidik annya, tetapi juga terhadap aspek gizi dan kesehatannya. Rangsangan akan sangat efektif ketika anak masih berusia dini, terutama usia 4 tahun  ke bawah. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan, karena pada usia tersebut otak anak sedang mengalami perkembangan secara luar biasa dengan membuat sam bungan antar sel. Itulah sebabnya usia 4 tahun ke bawah sering disebut juga dengan usia emas. Mengingat betapa besarnya peranan pendidikan, layanan gizi dan kesehatan pada usia dini tersebut, maka program pendidikan anak usia dini (PAUD) yang keberadaannya masih relatif baru di Indonesia perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Sebagai langkah awal, pemerintah dengan di dukung Bank Dunia (dukungan untuk yang kedua kalinya) akan lebih menyebar luaskan program pendidikan dan pengembangan anak usia dini (PPAUD) dengan cara yang mudah, murah dengan tetap mengedepankan mutu. 

Pengertian  Program PPAUD?

Program PPAUD adalah program layanan pendidikan sekaligus pengembangan kepada anak usia dini secara holistik dan terintegrasi. Holistik artinya bukan hanya stimulasi/ rangsangan terhadap aspek pendidikan yang diberikan kepada anak usia dini, tetapi juga terhadap aspek gizi dan kesehatannya agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Terintegrasi artinya bahwa layanan pendidikan dilaksanakan secara terpadu dengan berbagai layanan anak usia dini yang telah ada di masyarakat (seperti Posyandu, Bina Keluarga Balita, dan berbagai layanan anak usia dini lainnya).

Tujuan Program PPAUD

Program PPAUD bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap tumbuh-kem bang anak dari keluarga kurang mampu melalui program layanan PAUD holistik dan terintegrasi dengan cara: meningkatkan pemerataan kesempatan pelayanan (akses) PAUD memperkuat kemampuan kelembagaan peme-rintah pusat, provinsi dan kabupaten, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya PAUD 

Arah Program PPAUD

Pelaksanaan program PPAUD berdasarkan pada penguatan peran masyarakat. Pemerintah Kabupaten merekrut Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) yang bertugas memfasilitasi masyarakat agar mereka memahami pentingnya PAUD. TFM akan memfasilitasi masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan dan mengelola, serta  memantau layanan PPAUD. Dalam hal ini masyarakat akan dipandu untuk memanfaatkan potensi layanan anak usia dini yang sudah ada, seperti Posyandu, BKB, Taman Pendidikan Al Qur’an, Sekolah Minggu dan Bina Iman. Atau jika tidak ada, dapat membentuk lembaga baru yang memberikan layanan pendidikan, gizi dan kesehatan secara terintegrasi. Sehingga kehadiran PPAUD akan menghidupkan kembali dan memperkuat kegiatan yang sudah ada dan bukan untuk menyainginya.Kegiatan PPAUD secara luwes dapat ditempatkan di Balai Desa/Balai Kelurahan, ruang sekolah yang tidak dimanfaatkan, tempat ibadah, atau rumah penduduk (bahkan bisa di teras rumah, kolong rumah panggung, atau ruang yang tidak dimanfaatkan). Untuk layanan terhadap anak usia 2-6 tahun diberikan oleh pendidik PAUD, yang bisa diambil dari warga masyarakat setempat yang telah mendapatkan pelatihan. Sedangkan untuk layanan terhadap anak 0-2 tahun termasuk orangtua/keluarganya, diberikan oleh tenaga tumbuh-kembang anak. Tenaga tumbuh-kembang anak dapat dipilih dari para kader atau warga masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan.

Kegiatan Program PPAUD

Pada dasarnya ada tiga program inti yang akan ditangani melalui program PPAUD, yakni: (1) meningkatkan layanan PPAUD bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu; (2) membangun sistem PPAUD yang bermutu dan berkelanjutan; dan (3) melaksanakan pengelolaan, pemantauan dan penilaian program secara efektif.Meningkatkan layanan PPAUD bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dikembangkan berdasarkan perencanaan dan pengelolaan masyarakat. Melalui program PPAUD akan disiapkan tim pelatih nasional (32 orang), tim pelatih provinsi/kabupaten (200 orang), dan fasilitator dari masyarakat (600 orang). Tim pelatih nasional akan melatih tim pelatih provinsi/kabupaten, dan tim pelatih provinsi/kabupaten akan melatih fasilitator dari masyarakat dan tenaga pendidik serta tenaga tumbuh-kembang anak. Fasilitator yang telah dilatih akan memberikan pendampingan terhadap desa-desa calon lokasi program PPAUD. Program PPAUD juga akan melatih 6.000 tenaga pendidik PAUD dan 6.000 tenaga tumbuh-kembang anak. Mereka ini yang nantinya akan menangani program PPAUD di tingkat desa. Operasional program PPAUD di tingkat desa akan berasal dari dana hibah yang untuk mendapatkannya harus melalui pengajuan proposal (yang akan dibimbing oleh Fasilitator). Program PPAUD juga menyediakan dana hibah khusus bagi program PAUD Rujukan Kecamatan (setiap kabupaten hanya tersedia 10 paket yang akan diperebutkan melalui proposal). Selain itu, terdapat matching grant bagi program PAUD Rujukan Kabupaten (hanya tersedia 30 paket). Program ini akan diperebutkan oleh 50 kabupaten lokasi program PPAUD dan 12 kabupaten/kota lokasi eks Proyek PAUD Pertama (Loan 4378-IND).Membangun sistem PPAUD yang bermutu dan berkelanjutan.Program ini dimaksudkan untuk mendukung upaya penjaminan mutu program, tenaga PPAUD termasuk pelatihannya. Selain itu juga dalam rangka penguatan kemampuan Satuan Kerja (Satker) Provinsi dan Kabupaten dalam mengelola program PPAUD yang makin berkembang.Melakukan pengelolaan, pemantauan dan penilaian program secara efektif.Program ini mencakup pembiayaan pengelolaan program tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten. Diperkirakan minimal 783.000 anak usia dini usia 0-6 tahun di 3.000 desa akan terlayani selama program ini berlangsung. 

Daerah Layanan Program PPAUD

Dipilih dengan persyaratan cukup ketat, serta adanya komitmen Pemda untuk menanggung sebagian biaya dan jaminan keberlanjutan program. Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 070/P/2006, ditetapkan 21 Propinsi dan 50 kabupaten yang menjadi daerah layanan PPAUD, sebagai berikut:  1. NAD: Kab. Aceh Tenggara dan Kab. Aceh Tengah, 2. Sumut: Kab. Toba Samosir dan Kab. Tapanuli Tengah, 3. Sumbar: Kab. Solok, Kab. Sawahlunto/Sijunjung, dan Kab. Pesisir Selatan, 4. Jambi: Kab. Tj. Jabung Timur dan Kab. Sarolangun, 5. Sumsel:   Kab. Ogan Komering Ilir, 6. Bengkulu: Kab. Bengkulu Utara dan Kab. Bengkulu Selatan, 7. Lampung: Kab. Lampung Timur dan Kab. Lampung Selatan, 8. Jabar: Kab. Sumedang, Kab. Sukabumi, Kab. Subang, Kab. Majalengka, dan Kab. Garut, 9. Jateng: Kab. Wonogiri, Kab. Rembang, Kab. Cilacap, dan Kab. Banjarnegara, 10. DIY: Kab. Kulon Progo dan Kab. Gunung Kidul, 11. Jatim: Kab. Pacitan, Kab. Madiun, dan Kab. Bondowoso, 12. NTB: Kab. Sumbawa, Kab. Lombok Tengah, dan Kab. Dompu, 13. NTT: Kab. Timor Tengah Utara dan Kab. Sumba Barat, 14. Kalbar: Kab. Sambas dan Kab. Ketapang, 15. Sulut: Kab. Kep. Talaud dan Kab. Kep. Sangihe, 16. Sulbar: Kab. Polewali Mandar dan Kab. Mamuju, 17. Sulsel: Kab. Wajo, Kab. Sinjai, Kab. Sidenreng Rappang, dan Kab. Jeneponto, 18. Gorontalo: Kab. Gorontalo dan Kab. Boalemo, 19. Malut: Kab. Halmahera Utara dan Kab. Halmahera Selatan, 20. Papua: Kab. Marauke dan Kab. Jayapura, serta 21. Irjabar: Kab. Manokwari. 

Jangka Waktu dan Pendanaan Program PPAUD     

Program berlangsung dari dari tahun 2007 hingga 2013. Anggaran yang diperlukan seluruhnya berjumlah U$ 127,74 juta terdiri dari dukungan pemerintah Pusat dan Daerah (U$ 34,94 juta), dana hibah Kerajaan Belanda (U$ 25,30 juta), serta pinjaman lunak dari Bank Dunia (U$ 67,50 juta).  

Keterangan Lebih Lanjut  

Hubungi kantor Dinas Pendidikan  Propinsi dan Kabupaten yang wilayahnya termasuk dalam daftar di atas. Dapat pula menghubungi:  DIREKTORAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINIJl. Jenderal Sudirman Gedung E Lantai 7 Senayan     Jakarta 10270, Telepon (021) 5725495, 5725943 Fax: (021) 57900244email: program_paud@yahoo.com

16 Comments »

  1. apa khabar mas hasan,iman, bu lulu,mbak sari?teman2 udah actiont tekait program paud di sumbawa

    Comment by anto — April 5, 2008 @ 6:10 am

  2. mas iman dan mas hasan untuk laporan teman2 sumbawa telah dikirim via pos kemarin tgl 23 april 2008

    Comment by rusdianto.ar — April 24, 2008 @ 4:23 am

  3. mas iman dan mas hasan….laporannya apa bisa dikirim lewat email?kayaknya 1 mingguan paket laporan yang kami kirimkan baru bisa nyampe di CDD. Mohon tanggapan?!

    Comment by rusdianto.ar — April 24, 2008 @ 4:25 am

  4. Halo semua, pakabar? masih semangat? saya yakin bapak-bapak di CPICU sih masih semanagat, tapi kami di daerah sudah Koma…. kritis. mohon tanggapannnya

    Comment by Hadi — May 21, 2008 @ 11:02 am

  5. kok sepi yaaa..?

    Comment by Hadi — May 28, 2008 @ 9:23 am

  6. keprihatinan mas hadi juga menjadi keprihatinan kami yang ada di sumbawa. saya yakin kawan-kawan yang lain udah lama menunggu dalam rapat dengan pemkab juga mengemuka persoalan ini. kami harapkan tanggalapan dari kawan-kawan di pusat….terima kasih.

    Comment by rusdianto.ar — August 28, 2008 @ 3:13 pm

  7. Maaf, saya mau tanya,… Tahun 2008 kami dari LPAUD FAiruz Aqila Sleman Yogya telah mendapatkan dana rintisan sebesar Rp. 40 juta. ALhamduliLLAh sangat membantu sekali, sebagian kami gunakan untuk sekolah guru dan sebagian untuk peningkatan kuantitas prasarana. Tetapi pada akhir tahun ini ( 2009) kami harus membayar kontrakan rumah yang ternyata naik lumayan besar. PAUD kami berkembang cukup baik, tetapi karena orientasinya untuk memberi pelayanan kepada seluruh anak – anak indonesia tanpa memandang status finansial orang tua, dan fokus kami adalah anak – anak dari orangtua yang bekerja di sektor informal,SPP kami sangat murah meriah. Ternyata uang kami tidak cukup untuk menutup biaya kontrak. Saya khawatir, sampai tahun ini kami belum mampu memeunuhi kewajiban membayar kontrak. Kira – kira ada kemanakah saya bisa meminta bantuan, baik saran maupun hibah ? Paling tidak untuk memenuhi kontarakan kami. Terimakasih.

    Comment by Ismuningsih — April 6, 2009 @ 5:25 am

    • terima kasih telah mengirim email, pada dasarnya pelayanan anak usia dini adalah pelayanan dengan hatinurani karena mengingat banyaknya anak usia dibi yang belum terlayanai oleh pendidikan dan terbatasnya dana pemerintah maka diharapkan kepada lembaga-lembaga PAUD apabila memang care terhadap anak usia dini mohon dapat mencari jalan bagaimana caranya agar anak usia dini disekitar kita mendapatkan layanan pendidikan tapi dengan cara yang murah, mudah tapi berkualitas. tidak bisa berharap terus dari pemerintah yang dananya sangat terbatas apalagi bagi lembaga yang sudah mendapatkan bantuan 40juta. BANTUAN BUKAN UNTUK OPERASIONAL APALAGI UNTUK BAYAR KONTRAKAN. dana rintisan dimaksudkan untuk menstimulasi awal kegiatan PAUD selanjutnya harus dikembangkan sendiri dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada disekitarnya.

      Terima Kasih

      Comment by Arief Adnanto — April 6, 2009 @ 7:12 am

  8. Bapak Arief yang saya hormati, Terimakasih tanggapannya.

    Saya mengerti sekali, bahwa dana pemerintah memang terbatas. Saya menulis hal tersebut bukan berarti ingin meminta lagi,tetapi saya ingin sharing kondisi riel yang ada dilapangan. Saya salah ya ya sharing seperti ini?

    Saya juga mengharapkan apabila bapak dapat memberi saran kepada saya yang masih sangat bodoh. MOhon saran, agar saya bisa mengelola sekolah dengan baik.

    Saya ingin menjelaskan, Dana rintisan tersebut, kami pakai untuk mentraining guru kami yang hanya tamatan SMA, agar mereka memiliki kapasitas dan pengetahuan yang lebih baik.Bapak, PAUD kami memiliki visi sosial termasuk memberi wadah para ibu yang tidak terserap disektor pendidikan karena persyaratan formal tetapi mereka memiliki komitmen tinggi di dunia pendidikan. Saya ingin, para ibu yang telah mengajar ditempat kami menjadi pribadi yang lebih berisi secara ilmu dengan peningkatan kapasitas yang terus menerus.Ini adlah investasi yang mahal, bapak,…. tetapi terbayar lunas ketika melihat kemajuan sekolah yang cukup singnificant. Investasi yang dibayarkan oleh negara melalui dana stimulan tersebut. SAMA SEKALI BUKAN UNTUK MENGONTRAK, saya berharap, bapak tidak salah mengerti untuk memahami kondisi kami, yang kecil ini berkarya.

    Biaya opersional kami tekan dengan melibatkan benda – benda milik masyarakat sebagai bahan ajar. ( dan tentunya, kami meminta ijin masyarakat sekitar) Dan kami, tidak pernah mengajarkan pada penggiat dilembaga kami untuk menjadi peminta – minta meskipun pada lembaga negara.Oleh karenanya, ketika, kami mendapatkan hibah 40 juta, semaksimal mungkin kami kembalikan untuk kemajuan sekolah.

    Saya ingin sekolah ini besar, karena disekolah ini sebagian anak didik kami adalah adalah anak – anak yang tidak terserap di jenjang pendidikan PAUD yang mahal. Saya sangat terinspirasi oleh MR kobayashi, dengan berbagai cara akan saya pertahankan sekolah ini agar tidak hilang karena tidak bisa membayar uang kontrak.Bahkan saat ini, saya dalam proses menjaminkan harta benda pribadi mencari utangan bank untuk membangun sekolah.

    Bapak yang terhormat, saya menulis hanya untuk berbagi pada bapak, bukan untuk dikasihani. Saya, rakyat kecil, yang tidak punya jabatan apalagi harta berlimpah ingin agar lebih banyak anak indonesia terlanyani pendidikannya, agar pendidikan untuk semua nyata dinegeri ini.

    Berbagai hal sudah saya usahakan, pak.Saat ini, meminta tanah kas desa untuk didirikan bangunan untuk PAUD kami. Dan pembangunannya, mensekolahkan harta benda sebagai jaminan.Suatu saat, apabila bapak berkesempatan keyogya, saya mengundang bapak untuk datang ke sekolah kami. cobalah lihat sebelum dan sesudah dana itu turun. Terimakasih Mohon Maaf.

    Comment by Ismuningsih — April 13, 2009 @ 6:25 am

  9. Maaf, dana stimulan, disamping untuk sekolah guru, juga dipakai untuk penambahan fasilitas belajar mengajar.

    Comment by Ismuningsih — April 13, 2009 @ 6:27 am

  10. Kalau memang tujuannya seperti yang Ibu katakan di email saya sangat mendukung apa yang Ibu perjuangkan untuk pendidikan anak usia dini di lingkungan Ibu…karena itu adalah pekerjaan yang mulia dan hanya pasti dapat HONDA (Honor Dari ALLAH SWT)berupa amal yang mengalir terus selama sekolahan/apa saja yang disumbangkan untuk meningkatkan kecerdasan anak Indonesia yang tidak mampu. apabila ada kesempatan kami ingin berkunjung sekali kesana.

    Comment by arief — April 14, 2009 @ 9:44 am

  11. tahun kedua pelaksanaan PPAUD masih berjalan seperti (maaf) bukan sebuah program …. kami TFM dilapangan berusaha bekerja secara profesional mendampingi TPK yang telah terbentuk … namun semua sistem yang ada yan mengurus (kontrak, penggajian) selalu berjalan terlambat …. kami maklum-semaklumnya tentang kendala yang disampaikan …. namun sampai kapan hal ini akan terus seperti sekarang…

    Comment by Wahidin — April 21, 2009 @ 2:25 am

  12. alhamdulillah program PPAUD sudah berjalan sampai di masyarakat dg kerja
    luar biasa oleh para fasilitator.sayang peluh mereka belum dihargai sesuai
    kerja yang tlah mereka lakukan.Soal salary luar biasa besar bg TFM sayangnya
    meski besar jumlah sebesar itubelum pernah sekalipun ditrima dgtepat waktu
    dan itu menjadi kendala besar bgi TFM ketika harus tetap menjalankan tugas.
    TFM juga sdh ckup puas dg bentakan2 bahkan makian dari MR.WILLY ketika itu
    bhkan juga hinaan dari ibunda WIWID tersayang
    Solusi akhir TFM meninggalkan hutang dimana2 untuk operasional.SUNGGUH
    SANGAT MIRIS.Ketika hal tersebut ditanyakan kata para petinggi PAUD
    karna RMC blum terbntuk, lalu kapan akan terbntuk…mohon gaji TFM jangan
    dibuat terlambt lgi..demi lancarnya PPAUD ditingkat bawah..mohon respon
    dari semua ini…

    Comment by chenut — May 6, 2009 @ 10:25 am

  13. Program PAUD sangat pontensidan signifikan untuk memperbaiki bangsa ini. apakah bisa bisa akses dana PAUD tersebut untuk daerah yang tidak termasuk pada daerah yang ditentukan. karena hanya pokus daerah tersbut tentu akan menimnulkan ketimpangan pegembangan anak usia dini. terimakasih.

    Comment by Tumbur Manalu — November 5, 2010 @ 5:23 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Silver is the New Black Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: